BTC$81,169.08▲ 6.08%
ETH$2,634.15▲ 7.46%
BNB$764.52▲ 4.10%
XRP$1.4025▲ 8.11%
SOL$113.59▲ 12.25%
TRX$0.3385▲ 0.98%
HYPE$91.86▲ 10.68%
ZEC$1,507.00▲ 1.98%
DOGE$0.0884▲ 8.07%
XMR$570.49▲ 10.98%
SUI$0.8138▲ 10.51%
BTC$81,169.08▲ 6.08%
ETH$2,634.15▲ 7.46%
BNB$764.52▲ 4.10%
XRP$1.4025▲ 8.11%
SOL$113.59▲ 12.25%
TRX$0.3385▲ 0.98%
HYPE$91.86▲ 10.68%
ZEC$1,507.00▲ 1.98%
DOGE$0.0884▲ 8.07%
XMR$570.49▲ 10.98%
SUI$0.8138▲ 10.51%

Volume transaksi kripto di Timur Tengah dan Afrika Utara mencapai US$350 miliar, pertumbuhan Arab Saudi 154%

Volume transaksi kripto di Timur Tengah dan Afrika Utara mencapai US$350 miliar, pertumbuhan Arab Saudi 154%

Volume tahunan transaksi kripto on-chain di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) meningkat dari sekitar US$100 miliar pada 2022 menjadi sekitar US$350 miliar pada 2025–2026.

Dalam laporan pada tanggal 4, Bitcoin Policy Institute (BPI) menyatakan bahwa MENA telah muncul sebagai salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Turki tetap menjadi pasar terbesar di kawasan tersebut, dengan volume transaksi tahunan sekitar US$200 miliar, sementara Uni Emirat Arab (UEA) memproses transaksi kripto senilai sekitar US$150 miliar pada 2025.

Berdasarkan tingkat pertumbuhan, Arab Saudi mencatat pertumbuhan tertinggi, naik 154% secara tahunan, diikuti Qatar sebesar 120%.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa di negara-negara seperti Mesir, Turki, Lebanon, dan Iran yang mengalami depresiasi mata uang, Bitcoin dan stablecoin yang dipatok pada dolar AS digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan daya beli. Sebaliknya, laporan itu menganalisis bahwa pasar aset digital di kawasan Teluk tumbuh dengan ditopang oleh kerangka regulasi dan meningkatnya partisipasi institusional.

Sumber

Scroll to Top