
Di Prancis terdapat kesenjangan besar antara aktivitas kripto yang berpotensi dikenai pajak dan jumlah yang benar-benar dilaporkan. Chainalysis menyatakan, berdasarkan kasus di negara lain, tingkat ketidakpatuhan pajak tersebut bisa melampaui 90%.
Menurut Chainalysis, aktivitas kripto yang berpotensi dikenai pajak di Prancis diperkirakan mencapai US$9,4 miliar pada 2025. Dari jumlah tersebut, US$2,5 miliar berasal dari keuntungan modal, US$1,7 miliar dari pendapatan seperti penambangan dan staking, serta US$5,2 miliar dari pembayaran kripto.
Data otoritas pajak Prancis menunjukkan bahwa 24.000 wajib pajak melaporkan keuntungan bersih dari kripto atas pendapatan tahun 2024, dengan total €368 juta. Pada tahun sebelumnya, sekitar 7.700 orang melaporkan total €150,8 juta.
François Volpoët, kepala Chainalysis Prancis, menjelaskan bahwa pengalaman negara lain menunjukkan tingkat ketidakpatuhan pajak terkait kripto bisa melampaui 90%. Chainalysis juga memperkirakan aktivitas on-chain global yang berpotensi dikenai pajak mencapai lebih dari US$457 miliar pada 2025, dan menganalisis bahwa aktivitas yang tercakup CARF menyumbang sekitar 14%.
