BTC$80,946.00▲ 5.48%
ETH$2,607.99▲ 5.97%
BNB$762.06▲ 4.56%
XRP$1.3897▲ 6.98%
SOL$112.64▲ 11.15%
TRX$0.3382▲ 1.35%
HYPE$91.35▲ 10.91%
ZEC$1,451.53▼ 0.93%
DOGE$0.0873▲ 6.78%
XMR$547.15▲ 6.86%
SUI$0.8017▲ 9.27%
BTC$80,946.00▲ 5.48%
ETH$2,607.99▲ 5.97%
BNB$762.06▲ 4.56%
XRP$1.3897▲ 6.98%
SOL$112.64▲ 11.15%
TRX$0.3382▲ 1.35%
HYPE$91.35▲ 10.91%
ZEC$1,451.53▼ 0.93%
DOGE$0.0873▲ 6.78%
XMR$547.15▲ 6.86%
SUI$0.8017▲ 9.27%

Ketua SEC Paul Atkins: Teknologi Tokenisasi Dapat Mendukung Perdagangan Saham 24 Jam dan Mencegah Naked Short Selling

Ketua SEC Paul Atkins: Teknologi Tokenisasi Dapat Mendukung Perdagangan Saham 24 Jam dan Mencegah Naked Short Selling

Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) Paul Atkins mengatakan teknologi tokenisasi dapat berkontribusi pada penerapan perdagangan saham AS selama 24 jam dan mencegah naked short selling melalui pengelolaan inventaris secara real time.

SEC menyetujui “pembebasan bersyarat sementara (pembebasan inovasi)” yang memungkinkan perdagangan terbatas saham AS yang ditokenisasi dalam lingkungan on-chain.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua SEC Paul Atkins menyampaikan pandangannya bahwa pasar modal AS bergerak menuju perluasan perdagangan 24 jam.

Atkins menilai teknologi tokenisasi memiliki potensi untuk memberikan bantuan praktis dalam mewujudkan perdagangan 24 jam di pasar saham AS.

Ia kemudian menjelaskan bahwa penerapan tokenisasi dapat memungkinkan pengelolaan inventaris secara real time (real-time inventory management) di industri sekuritas.

Ia menekankan bahwa pengelolaan tersebut dapat meningkatkan efisiensi perdagangan dan mengurangi kegagalan penyelesaian, sekaligus memitigasi risiko naked short selling yang dilakukan secara jahat.

Ia menambahkan bahwa tujuan akhirnya adalah menghapus sepenuhnya ancaman naked short selling melalui tokenisasi.

Ketua Atkins mengatakan ia telah meminta staf SEC untuk mengkaji langkah-langkah yang diperlukan guna menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pasar, sembari menyelaraskan perlindungan terhadap perilaku pasar yang merugikan.

Scroll to Top