BTC$81,064.01▲ 5.77%
ETH$2,634.41▲ 7.38%
BNB$764.78▲ 4.33%
XRP$1.4071▲ 8.37%
SOL$113.89▲ 12.50%
TRX$0.3385▲ 0.98%
HYPE$92.32▲ 10.33%
ZEC$1,479.55▼ 1.57%
DOGE$0.0878▲ 7.27%
XMR$561.01▲ 9.83%
SUI$0.8083▲ 10.14%
BTC$81,064.01▲ 5.77%
ETH$2,634.41▲ 7.38%
BNB$764.78▲ 4.33%
XRP$1.4071▲ 8.37%
SOL$113.89▲ 12.50%
TRX$0.3385▲ 0.98%
HYPE$92.32▲ 10.33%
ZEC$1,479.55▼ 1.57%
DOGE$0.0878▲ 7.27%
XMR$561.01▲ 9.83%
SUI$0.8083▲ 10.14%

IonQ memperkenalkan ‘Superion 256’ 256-qubit… “Saat ini belum menjadi ancaman bagi BTC”

IonQ memperkenalkan ‘Superion 256’ 256-qubit… “Saat ini belum menjadi ancaman bagi BTC”

Perusahaan komputasi kuantum asal Amerika Serikat, IonQ, memperkenalkan platform generasi berikutnya “Superion 256” dengan 256 qubit. Namun, Decrypt melaporkan bahwa teknologi tersebut pada tahap saat ini belum mengancam keamanan Bitcoin.

Pada 8 September, IonQ mengumumkan Superion 256 sebagai platform komputasi kuantum generasi keenamnya dan mulai menerima pesanan. Pasokan kepada pelanggan dijadwalkan dimulai pada 2027. Namun, hingga kini belum ada hasil yang dipublikasikan untuk membuktikan kinerja sistem 256-qubit yang sepenuhnya berfungsi.

Untuk menyerang sistem kriptografi secp256k1 Bitcoin menggunakan komputer kuantum, diperlukan sistem fault-tolerant yang jauh lebih besar dan mampu menjalankan algoritma Shor secara stabil sambil melakukan koreksi kesalahan. Angka 256 qubit tidak berarti bahwa kriptografi 256-bit dapat langsung dipecahkan.

Dalam penelitian terpisah, IonQ juga memperkirakan bahwa dibutuhkan sekitar 20.000 qubit fisik untuk memecahkan tanda tangan secp256k1 Bitcoin, serta menyatakan bahwa saat ini belum ada komputer kuantum yang mampu melancarkan serangan tersebut.

Sumber

Scroll to Top